Selasa, 08 November 2011

catatan materi interaksi sosial kelas X

CATATAN BAHAN ULANGAN MATERI INTERAKSI SOSIAL KELAS X  SMA KESATUAN

        Standar Kompetensi          : 
        Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma   yang berlaku dalam masyarakat

Kompetensi Dasar             :
Mendeskripsikan proses interaksi sosial sebagai dasar pengembangan pola ketaraturan dan dinamika kehidupan sosial.

Indikator
·         Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial
·         Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial
·         Menjelaskan hubungan antara interaksi sosial dan ketaraturan social


MATERI
INTERAKSI   SOSIAL  :      Interaksi sosial adalah suatu hubungan timbal balik atara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.
Interaksi   individu-individu : 
Ani  sedang  tawar menawar dengan pedagang di pasar
Interaksi Individu – kelompok ;  guru sedang membahas materi di depan siswa-siswanya
Interaksi Kelompok- kelompok; Di kelas XII IPS sedang terjadi  presentasi kelompok di depan kelas
Proses interaksi sosial dimulai dengan tindakan sosial yang menjadi perwujudan dari hubungan atau interaksi sosial. Interaksi sosial tertata dalam bentuk tindakan-tindakan yang didasarkan  pada nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat

JENIS TINDAKAN  SOSIAL
1.       tindakan sosial rasional instrumental= tindakan yang dilaksanakan degan pertimbangan dan pilihan sadar untukmencapai tujuan.
       Contoh:toto memilih program studi di PTN padawaktu SPMB.
2.       Tindakan sosial berorientasi nilai=tindakan sosial yang berorientasi   pada nilai tertentu.
Contoh ; Setiap hari senin diadakan upacara bendera untuk  membangkitkan semangat nasionalisme.
3.       tindakan sosial tradisional = tindakan yang menggunakan pertimbangan kondisi tradisional yang berlaku.
Contoh :
Sebelum disandingkan dengan pengantin pria , mempelai wanita terlebih dahulu menjalani upacara pingitan.
berlaku sopan terhadap  orang yang lebih tua, menghargai adat istiadat setempat
4.    Tindakan afektif = tindakan yang dikuasai oleh perasaan/afeksi ataupun  emosi, tanpa perhitungan atau pertimbangan matang, berupa reaksi  spontan. Seperti  perasaan marah, cinta,    gembira atau sedih,   kalut/panik
Contoh : seorang ayah berusaha secepat kilat menyelamatkan anaknya yang sedang tidur dari bahaya  kebakaran sebelum api menghanguskan perkampungan.Disini tindakan ayah tersebut dilakukan secara spontan dan dikuasai oleh afeksi  untuk menyelamatkan anaknya yang dalam bahaya.

CIRI-CIRI  INTERAKSI SOSIAL
Intraksi sosia mempunyai ciri-ciri sebgai berkut :
a.       ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang
b.       ada kumunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol-simbol
c.       ada dimensi waktu ( masa lampau, masa kini dan masa mendatang) yang  menentukan
sifat afeksi yang sedang berlangsung
d.       ada tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai melalui pelaksanaan intraksi.

FAKTOR  INTERAKSI SOSIAL
1.       imitasi= proses meniru baik penampilan atau gaya,dan sikap
 contoh anak kecil bermain dokter-dokteran, tembak-tembakan,       model pakaian,dsb
2.       identifikasi = upaya yang dilakukan individu untuk menjadi sama   dengan individu yang ditirunya, contoh umat beragama meneladan    kehidupan tokoh-tokoh suci dan karismatis  dan menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari.
3.       simpati= proses tertarik karena sikap, penampilan, wibawa
 dan perbuatan, contoh kelakuan pak RT  menjaga kebersihan  lingkungan  menjadi daya penarik  warganya  untuk ikut juga menjaga kebersihan.
4.       empati =  proses kejiwaan individu untuk larut dalam perasaan
orang lain baik suka maupun duka.contoh ikut larut dalam kesedihan     hingga menitikkan air mata
5.       sugesti =rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan
       seseorng sehingga orang yang diberikan pengaruh mengikuti tanpa  berpikir kritis dan rasional, contoh ; hipnotis, iklan, ke dokter tertentu pasti sembuh.

 SYARAT INTERAKSI SOSIAL
 Syarat interaksi sosial yaitu  ada kontak dan komunikasi
Kontak merupakan aksi individu atau kelompok dalam bentuk isyarat yang memiliki maknan bagi si pelaku dan si penerima membalas aksi itu dengan reaksi. Berdasarkan tingkat hubungannya,kontak sosial dapat dibedakan :
1.       Kontak langsung/ primer yaitu penyampaian informasi ke pihak
       kedua tanpa perantara, contoh seorang anak sedang mencium tangan    orang tuanya sebelum brangkat sekolah
2.       Kontak tidak langsung/ sekunder, kontak antara dua belah pihak melalui prantara atau lat bantu, contoh Safira bercakap cakap   dengan temannya melalui telepon
       Kontak sekunder langsung= kontak sekunder melalui alat bantu  secara langsung, contoh menggunakan SMS< e-mail, surat Kontak sekunder tidak langsung, kontak yang memerlukan pihak    ketiga, contoh Dino minta diperkenalkan kepada Dita melalui Dina
      Menurut  sifatnya, kontak terdiri dari
1.       Kontak positif : yaktni bentuk kontak yang mengarah pada suatu kerjasama
2.       Kontak negative, yang mengarah kepada suatu pertentangan atau  sama sekali tidak menghasilkan  interaksi social

Komunikasi= proses memberikan tafsiran perilaku orang lain
   Komunikasi  dapat terjadi apabila memenuhi lima syrat yaitu;
1.     Adanya komunikator, yaitu orang yang memberi pesan
2.     Adanya komunikan yang menerima pesan
3.     Adanya pesan yaitu materi yag disampaiakan
4.     Adanya media yaitu sarana untuk menyampaikan pesan
5.     Adanya efek yaitu  akibat yang timbul dari pesan yang diterima oleh komunikan
Komunikasi, pada hakikatnya dibedakan atas
1.       komunikasi positif, jika masing-masing pihak saling memahami maksud dan tujuan pihak lain.
2.       komunikasi negative, jika kedua belah pihak tidak saling memahami maksud dan tujuan
menurut prosesnya komunikasi terdri dari:
1.       komunikasi langsung, terjadi apabila komunikator dan komunikan bertemu secara langsung, tanpa perantara
2.       komunikasi tidak langsung, terjadi apabila komunikator dan komunikan tidak bertemu secara langsung atau berhadapan
Menurut sifatnya komunikasi dibedakan atas
1.       komunikasi bebas yaitu tidak terikat pada aturan-aturan formal
2.       komunikasi fungsional, yaitu terikat pada aturan-aturan formal

BENTUK  INTERAKSI SOSIAL
Bentuk interaksi sosial ada dua yang sifatnya berlawanan yaitu  yang bersifat kerjasama (asosiatif) dan yang mengarah pada perpecahan (disosiatif)
Bentuk asosiatif meliputi kerjasama, akomodasi, asimilasi dan akulturasi
Bentuk –bentuk kerjasama/cooperation
1.       Bargaining/bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih
2.       Cooptation/kooptasi yaitu suatu proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik  dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara  untuk menghindari kegoncangan
3.       Coalition/koalisi yaitu kombinasi/gabungan antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan sama.
Bentuk-bentuk akomodasi
Akomodasi adalah  suatu usaha untuk meredakan pertentangan atau usaha untuk mencapai kestabilan
Bentuk-bentuk akomodasi
1.       Koersi yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya dengan paksaan
2.       Kompromi yaitu pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutan, agar tercapai penyelesaian
3.       Arbitrasi yaitu suatu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak yang berhadapan, masing-masing tidak sanggup untuk mencapainya sendiri
4.       Mediasi yaitu penyelesaian masalah dengan pihak ke tiga sebagai penasehat dan tidak  mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan
5.       Konsiliasi yaitu usaha untuk mempertemukan  keinginan pihak yang berselisih, bagi  tercapainya suatu persetujuan bersama.
6.       Toleransi yaitu usaha untuk memahami pihak lain
7.       Stelemate yaitu bila fihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang, berhenti pada suatu titik tertentu.

Bentuk-bentuk asimilasi
Asimilasi adalah usaha mengurangi perbedaan dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama
Bentuk-bentuk asimilasi
Amalgamasi yaitu perkawinan antar bangsa

Bentuk-bentuk akulturasi
Akulturasi yaitu

Bentuk disosiatif / perpecahan= meliputi persaingan, pertentangan/ konflik  dan kontravensi
Bentuk-bentuk persaingan
Bentuk-bentuk pertentangan/konflik
Bentuk-bentuk kontravensi

HUBUNGAN  ANTARA KETERATURAN SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL
  Keteraturan social dapat tercapai bila dalam interaksi social , setiap individu melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai peran yang dimilikinya.
Keteraturan social tidak tercapai dengan sendirinya , tetapi diusahakan oleh warga. Keteraturan social berupa hubungan yang selaras dan serasi dengan anatara interaksi social, nilai social dan norma social.
Menurut prosesnya j keteraturan social terjadi melalui tahap-tahap :
1.       Tertib social / social order yaitu kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman,dinamis, dan teratur  dimana  setiap individu bertindak sesuai dengan hak dan kewajiannya dan perannya masing-masing.
2.       Order yaitusistem norma dan nilai social yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat.
3.       Keajegan, yaitu kondisi keteraturan yang tetap  dan tidak berubah sebagai hasil dari hubungan antara tindakan, nilai dan norma social yangberlangsung terus menerus.
4.       Pola yaitu corak hubungan  yang tetap atau ajeg  dalam intraksi social yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok

Sumber dan Media Pembelajaran
Soerjono Soekanto,Sosiologi Suatu Pengantar,   Jakarta : Grafindo  Persada 2002
Dra. Kun Maryati dan Juju Suryawati,S.Pd (2010), Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X,Jakarta:Penerbit Erlangga,
Nurseno( 2011) Theory and Application of Sociology for Grade X of Senior High School and Islamic Senior High School.Solo : Tiga Serangkai.
buku penunjang lainnya, serta internet yang dapat diperoleh antara lain dari web-web berikut ini:
-    www.bse.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar